Gus Salam: Dunia Harus Berani Mendidik Israel dengan Sanksi

5 hours ago 16

 Dunia Harus Berani Mendidik Israel dengan Sanksi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

KH Abdussalam Shohib. Foto: source for JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Bakal kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdussalam Shohib menilai misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla merupakan inisiaitf sipil yang pantas mendapat perlindungan.

“Aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang. Ketika sedang menjalankan salat wajib saja boleh dibatalkan bila kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” kata Gus Salam -panggilan Abdussalam Shohib.

Dia meragukan zionis Israel mau mengubah diri untuk tunduk dan patuh pada hukum internasional.

"Kepribadian Yahudi dan karakter zionis Israel terbentuk untuk merusak tatanan internansional. Mereka tidak mengenal nilai dan norma kemanusiaan, yang mereka kenal hanya berkuasa dan menguasai yang lain," tuturnya.

"Susah mengubah watak Yahudi, terlebih dengan politik zionis membentuk Israel Raya. Itu kalau tidak dihentikan, krisis kemanusian akan terus terjadi di Asia Barat atau Timur Tengah,” imbuh Gus Salam.

Menurut Gus Salam, Asia Barat atau Timur Tengah yang dikenal kaya sumber daya alam, terutama minyak dan gas bumi, diperebutkan oleh para kapitalis di benua Amerika dan Eropa. Zionis Israel digunakan sebagai boneka sekaligus diuntungkan oleh kapitalis dua benua itu untuk mengontrol Timur Tengah agar tetap menjadi mitra tidak setara.

"Sosok seperti Benyamin Netanyahu dan Itamar Ben-Gvir adalah gambaran pemimpin zionis yang angkuh. Aktivis kemanusiaan dunia dengan misi memberikan bantuan untuk para korban konflik bersenjata akan terus diadang, diusir, dan dipelakukan tidak manusiawi,” ujarnya.

Gus Salam menilai dunia harus terus memberi tekanan dan sanksi kepada zionis Israrel.

Gus Salam meragukan zionis Israel mau mengubah diri untuk tunduk dan patuh pada hukum internasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |