jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy mengkritik keras PT PLN (Persero) terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut dia, pemadaman tersebut dilakukan tanpa disertai penjelasan yang utuh dan transparan kepada masyarakat mengenai penyebab sebenarnya.
"Terutama PLN yang paling bertanggung jawab dalam hal ini justru memberikan penjelasan yang terkadang membingungkan publik. Katanya bukan karena masalah pasokan batu bara, tetapi nyatanya pemadaman terjadi hampir di banyak daerah," kata Gus Rivqy di Jakarta, Sabtu (20/6).
Ketua Umum DKP Panji Bangsa itu menilai hingga kini belum ada penjelasan yang terang mengenai penyebab pemadaman tersebut.
"Dan sampai sekarang juga belum dijelaskan secara terang apakah persoalannya bersifat teknis atau memang terkait pasokan batu bara," lanjut politikus PKB tersebut.
Gus Rivqy mengaku menerima banyak laporan dari konstituen di berbagai daerah yang mengeluhkan pemadaman listrik mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Bahkan, kata dia, durasi pemadaman di sejumlah wilayah berlangsung cukup lama sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
"Saya mendapat laporan dari banyak sekali konstituen yang mengeluhkan pemadaman tanpa ada informasi sebelumnya. Ujug-ujug padam dan durasinya juga cukup lama," ujar dia.








































