FKBI Minta Pengawasan Distribusi BBM Diperketat, Masyarakat Jangan Panic Buying

4 hours ago 17

FKBI Minta Pengawasan Distribusi BBM Diperketat, Masyarakat Jangan Panic Buying

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat berkomentar mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang naik untuk kedua kalinya. Ilustrasi. Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk tidak berperilaku panic buying dalam mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Tulus juga meminta agar dilakukan pengawasan yang lebih ketat dalam pembelian BBM, khususnya yang menggunakan barcode.

Dia menilai perilaku panic buying justru akan membuat distorsi pasar semakin akut. Sebaiknya masyarakat mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah, mengingat saat ini kondisinya emergency.

"Pengalaman dari negara lain, jangan sampai terjadi chaos karena masalah pasokan dan ketersediaan BBM,” kata Tulus dalam keterangannya dikutip Kamis (14/5/2026).

Pernyataan Tulus ini disampaikan untuk merespons sejumlah informasi yang mengabarkan terjadinya antrean panjang pembelian BBM di berbagai daerah seperti Palangka Raya, Sumatra Barat, Maluku, Morotai, dan beberapa daerah lainnya. 

Sejumlah pemberitaan juga mengabarkan bahwa praktik pembelian menggunakan barcode di luar kapasitas kewajaran. Situasi ini dipicu karena tingginya disparitas harga antarasolar subsidi dan Dexlite maupun Pertamina Dex.

Terjadinya antrean di berbagai daerah, menurut Tulus, seharusnya dapat disikapi secara bijak oleh masyarakat. Ia menilai pemerintah hingga kini sudah cukup serius menangani permasalahan ini.

“Pasokan BBM bersubsidi memang tampaknya sedang dikendalikan lebih serius (oleh pemerintah) karena dampak geopolitik global. Ini dialami banyak negara pengimpor BBM, bukan hanya Indonesia,” ujarnya.

Tulus juga menyoroti maraknya penggunaan banyak barcode dalam pembelian solar subsidi. Ia menilai pengawasan perlu diperketat agar distribusi subsidi lebih tepat sasaran. “Kalau konsisten, seharusnya satu mobil hanya bisa menggunakan satu barcode. Dengan begitu implementasi pengendalian konsumsi bisa lebih efektif dan pengawasannya lebih mudah,” kata dia.

FKBI minta pengawasan distribusi BBM diperketat khususnya pengguna barcode, masyarakat jangan panic buying

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |