bali.jpnn.com, DENPASAR - Setelah sukses memanen apresiasi tinggi di berbagai penjuru Bali, karya sinematik ambisius dari Michael Schindhelm, bertajuk "ROOTS", kini kembali hadir di Perth, Australia.
Bukan sekadar dokumenter biasa, film ini hadir sebagai sebuah dokumenter fiksi yang membedah jiwa Pulau Bali melalui lensa yang belum pernah terungkap sebelumnya.
ROOTS mengajak penonton melintasi lorong waktu ke satu abad silam. Titik pijaknya adalah kedatangan pelukis legendaris Walter Spies di Bali.
Menariknya, Michael Schindhelm menghadirkan plot yang berani, membangkitkan kembali arwah Walter Spies ke masa kini.
Spies—sosok yang secara historis menjadi pintu gerbang modernitas dan pariwisata Bali ke dunia barat—kini "dipaksa" menyaksikan realitas pulau yang ia cintai: sebuah Eldorado pariwisata global yang tengah berjuang keras menjaga denyut budayanya di bawah tekanan globalisasi.
Keunggulan "ROOTS" terletak pada kedalaman riset dan keterlibatan komunitasnya.
Michael Schindhelm tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng lebih dari seratus seniman lintas disiplin untuk membangun narasi yang jujur dan megah.
Hasilnya? Sebuah potret perubahan Bali yang dramatis dari spirit tradisi hingga gegap gempita modernitas—yang dikemas secara puitis sekaligus tajam.





































