jabar.jpnn.com, BOGOR - Masyarakat Krustasea Indonesia (MKI) bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) Nasional bertajuk "Pengelolaan Benih Bening Lobster Berbasis Masyarakat" di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Senin (1/6/2026).
Forum ilmiah tersebut bertujuan menata ulang tata kelola sektor maritim, khususnya komoditas lobster, sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Febriyantoro Martadikrama, Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Guru Besar FPIK IPB University Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, serta Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu.
Dalam paparannya, Prof. Rokhmin Dahuri menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya kelautan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan guna membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Indonesia dapat menjadi negara maju apabila mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," ujar Rokhmin.
Ia menilai kebijakan pengelolaan sumber daya laut harus berlandaskan kajian ilmiah dan tidak terjebak pada pendekatan konservasi yang terlalu kaku sehingga menghambat pemanfaatan ruang laut secara produktif.
Menurutnya, inkonsistensi regulasi pada sektor lobster selama beberapa tahun terakhir turut memengaruhi perkembangan industri budidaya nasional.
Oleh karena itu, setiap kebijakan perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan sekaligus kepentingan ekonomi masyarakat pesisir.



































