jpnn.com, JAKARTA - Perkembangan teknologi digital ikut mengubah cara masyarakat mencari informasi, termasuk saat menentukan pilihan layanan kesehatan.
Sebelum datang ke fasilitas kesehatan, masyarakat kini dapat mencari informasi melalui mesin pencari, melihat konten edukasi di media sosial, hingga mempertimbangkan kemudahan layanan digital yang ditawarkan sebuah brand.
Kehadiran digital pun menjadi bagian yang semakin penting dalam membangun pengalaman dan kedekatan antara penyedia layanan kesehatan dengan masyarakat.
Perubahan perilaku tersebut membuat kemampuan sebuah brand untuk hadir secara relevan di berbagai kanal digital menjadi semakin penting.
Hal ini turut tercermin dalam perjalanan PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) yang kembali mendapatkan apresiasi melalui Best Brand Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 untuk kategori Prodia sebagai Best Brand Laboratorium Klinis.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Solopos Media Group tersebut diterima oleh Rambu Beppy Hamuaty, Area Commercial Manager Central Java, East Java, Bali & Nusa Tenggara Area Prodia, bersama Ida Yosefa, Branch Manager Solo, dan Novi Hastuti, Area Commercial Supervisor Solo di The Alana Hotel Colomadu, Karanganyar belum lama ini.
Mengusung tema Winning Value, Driving Impact, SBBI Awards 2026 memberikan apresiasi kepada brand dan perusahaan yang dinilai mampu membangun nilai, menghadirkan inovasi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dalam proses penilaiannya, performa brand di ranah digital diukur melalui lima indikator utama, yaitu Website Market Share, AI Visibility, Instagram Performance, TikTok Performance, dan Google Search Performance.








































