jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Cek Endra mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) terhadap BBM maupun LPG di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz.
Menurut Cek Endra, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi melalui Selat Hormuz relatif terbatas. Impor minyak mentah yang melewati jalur tersebut hanya sekitar 20–25 persen dari total impor nasional, sementara BBM seperti Pertalite dan Pertamax tidak bergantung langsung dari kawasan tersebut.
"Artinya, secara pasokan fisik kita masih dalam kondisi aman. Distribusi BBM dan LPG tetap berjalan normal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” ujarnya.
Dia menambahkan sumber impor energi Indonesia telah terdiversifikasi dari berbagai negara serta didukung kesiapan cadangan operasional oleh PT Pertamina (Persero) untuk menjaga keberlanjutan pasokan dalam jangka pendek.
Dalam kesempatan tersebut, Cek Endra menyampaikan bahwa DPR RI menyambut baik langkah-langkah pemerintah, khususnya Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia dalam mengantisipasi dinamika global sektor energi melalui diversifikasi pasokan, penguatan cadangan, dan upaya menjaga stabilitas energi nasional.
"Kami mengapresiasi langkah antisipatif pemerintah khususnya Kementerian ESDM dalam hal memastikan pasokan energi tetap aman di tengah ketidakpastian global,” tegas Cek Endra.
Lebih lanjut, dia menjelaskan dampak utama dari ketegangan global lebih terasa pada sisi harga, bukan ketersediaan.
Dia menilai pemerintah memiliki instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.











































