Catatan Tragedi Ketewel: Menggugat Nyali dan Profesionalisme Polda Bali Dalam Menuntaskan Kejahatan Transnasional

5 hours ago 21

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH. - Wakil Ketua MKD/Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan

 Menggugat Nyali dan Profesionalisme Polda Bali Dalam Menuntaskan Kejahatan Transnasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH. - Wakil Ketua MKD/Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan

jpnn.com - Kasus hilangnya WNA Ukraina, Ihor Komarav (28), yang berakhir pada penemuan potongan jasad di Muara Sungai Wos Teben, Ketewel, bukan sekadar tindak pidana pembunuhan biasa.

Ini adalah prahara kemanusiaan dan ancaman nyata terhadap kedaulatan keamanan di Pulau Dewata.

Dengan tuntutan tebusan fantastis sebesar USD 10 juta (Rp 168 Miliar), kita tidak lagi bicara tentang kriminalitas jalanan, melainkan indikasi kuat adanya sindikat kejahatan terorganisir (mafia) yang beroperasi secara dingin di tanah Bali.

Supremasi dan Kepastian Penegakan

Secara yuridis, tindakan ini memenuhi unsur pembunuhan berencana yang dilakukan dengan sangat keji (mutilasi).

Namun, dimensi "penculikan dengan tebusan" menambah bobot kasus ini menjadi kejahatan luar biasa.

Kita mengapresiasi langkah awal kepolisian melalui identifikasi tato dan uji forensik. Namun, identifikasi fisik saja tidak cukup.

Polri melalui Polda Bali harus melacak aliran digital (cryptocurrency atau transfer bank) dan komunikasi di balik video tebusan tersebut sebagai kunci untuk membongkar siapa "aktor intelektual" di balik eksekutor lapangan.

Wakil Ketua MKD sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Sudirta meminta segera tangkap Aktor Intelektual kasus pembunuhan WNA di Bali.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |