jpnn.com - Saya terinspirasi oleh Presiden pertama kita, Bung Karno. Beliau ahli merangkai akronim.
Yang paling masyhur tentu berdikari: berdiri di atas kaki sendiri.
Sebuah kata yang lahir dari kepala seorang pemimpin, lalu hidup lebih panjang daripada yang menciptakannya.
Pada catatan terakhir saya tentang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang baru saja berakhir ini, izinkan saya membuat satu akronim juga.
Saya tidak berharap ia menjadi kata abadi seperti berdikari. Ia cuma catatan pamungkas seorang kiai kampung dari Situbondo, tentang apa yang saya lihat sendiri di Tambakberas, Jombang.
Akronim itu:
Papi Umba Pakocir.
Panglima pergi umrah tiba-tiba, pasukan kocar-kacir.








































