bali.jpnn.com, BULELENG - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memamerkan inovasi kecerdasan buatan alias artificial intellegence (AI) yang mampu membaca emosi hingga niat gerakan manusia melalui aktivitas otak.
Teknologi ini diperkenalkan dalam Buleleng Digital Expo (BDE) di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (19/8) lalu.
Menurut peneliti Undiksha, Rama, teknologi ini memanfaatkan perangkat Electroencephologram (EEG) portable dengan empat sensor untuk menangkap sinyal listrik otak.
"Sinyal EEG diproses oleh model AI menggunakan pendekatan valence dan arousal untuk mendeteksi emosi seperti bahagia, sedih, atau marah," ujar Rama dilansir dari laman Pemkab Buleleng.
Selain membaca emosi, AI ini dikembangkan untuk teknologi motor imagery, mengenali niat gerakan saat seseorang membayangkan suatu tindakan.
Inovasi ini membuka peluang besar untuk alat bantu disabilitas, seperti kursi roda otomatis yang dikendalikan pikiran.
Rama mengatakan, teknologi ini berpotensi diterapkan di bidang pendidikan, kesehatan, dan industri untuk memantau keterlibatan belajar, tingkat kelelahan, fokus, hingga rasa kantuk.
Namun, noise pada sinyal EEG dan variasi karakteristik otak antar-individu menjadi hambatan utama.





































