jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak bisa menahan gurat kesedihannya ketika tiba di Rumah Duka Grand Heaven untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Rabu (11/2).
Eri tak mampu menahan air matanya di hadapan jenazah almarhum. Suaranya bergetar saat mengenang sosok yang dia sebut bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi juga sahabat dan saudara.
“Secara pribadi dan mewakili jajaran Pemerintah Kota Surabaya serta seluruh warga Kota Surabaya, hari ini kami kehilangan seorang sahabat, seorang pimpinan yang luar biasa, dan seorang saudara yang selalu berjuang untuk kepentingan masyarakat Surabaya,” ujar Eri dengan nada lirih.
Dia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum sekaligus memohon maaf apabila selama hidup dan pengabdian Awi sapaan akrab Adi Sutarwijono terdapat kekurangan.
Menurut Eri, seluruh hidup almarhum diabdikan untuk kepentingan rakyat, terutama selama menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya.
Eri juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Dia secara khusus menguatkan istri dan putra-putri almarhum agar tetap tegar melanjutkan kehidupan.
“Saya tadi berpesan kepada anak-anaknya untuk menguatkan ibunya. Hari ini pasti terasa sangat berat, dan kekuatan itu datang dari keluarga,” tuturnya.
Eri mengenang dedikasi Awi yang tetap bekerja meski tengah berjuang melawan sakit. Dia mengungkapkan bahwa almarhum diketahui mulai sakit sejak November lalu, namun tak pernah mengeluh atau menunjukkan kondisi kesehatannya.







































