Bersama 14 BUMN, ASDP Bangun Kabupaten Raja Ampat Lebih Berkelanjutan

3 hours ago 18

Bersama 14 BUMN, ASDP Bangun Kabupaten Raja Ampat Lebih Berkelanjutan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

PT ASDP Indonesia Ferry bersama 14 BUMN menghadirkan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap 2 guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Foto dok ASDP

jpnn.com, SORONG - PT ASDP Indonesia Ferry bersama 14 BUMN kembali menghadirkan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap 2 guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Program ini menjadi wujud sinergi 15 BUMN, terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Bank Rakyat Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Pegadaian, PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Kemudian Indonesia Financial Group (IFG), PT ASDP Indonesia Ferry, AirNav Indonesia, PT Taspen, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Jaminan Kredit Indonesia, PT Garuda Indonesia dan Perum DAMRI.

Program yang berlangsung pada 22–24 April 2026 ini difokuskan di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, Kabupaten Raja Ampat, dengan pendekatan terintegrasi yang mencakup aspek lingkungan, sosial, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan keterlibatan ASDP dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di kawasan 3T.

“Partisipasi ASDP dalam program TJSL BUMN di Raja Ampat merupakan wujud komitmen kami untuk tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang andal, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menciptakan dampak berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Di Kampung Mutus, program difokuskan pada rehabilitasi ekosistem melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan 650 fragmen karang yang disertai edukasi pelestarian lingkungan bagi masyarakat.

Program ini juga diperkuat dengan pelatihan dan sertifikasi selam bagi kelompok konservasi, serta pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna meningkatkan kapasitas kelembagaan dan pendapatan masyarakat.

Melalui program kolaborasi ini, ASDP ingin memastikan kehadirannya tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |