jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur meminta pemerintah memprioritaskan penggunaan anggaran untuk penanganan bencana di berbagai daerah.
Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi simbolik yang diikuti sekitar 200 mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8) sore.
Ketua BEM Universitas Airlangga (Unair) sekaligus Koordinator Aksi BEM SI Jatim Rizqy Senja menilai pemerintah masih gencar mengalokasikan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sementara sejumlah daerah masih menghadapi dampak bencana.
Menurut Rizqy, bencana tersebut antara lain gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, serta kondisi Aceh yang belum sepenuhnya pulih setelah dilanda banjir bandang.
Dia menilai pemerintah belum sepenuhnya hadir dalam upaya pemulihan wilayah terdampak bencana dan kondisi masyarakat.
"Kalau kami lihat hari ini pemerintah itu masih gencar-gencarnya mengucurkan anggarannya untuk MBG dan KDMP, tetapi kalau kita lihat kondisi bangsa hari ini, ternyata bencana-bencana yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti di NTT, di Kalimantan, di Aceh yang belum pulih hari ini, di Lampung, di Papua juga kemarin, bahkan di NTB, negara belum benar-benar bisa hadir untuk memulihkan bencana, memulihkan kondisi masyarakat di sana," ujar Rizqy saat ditemui di lokasi aksi.
Atas kondisi tersebut, BEM SI Jatim meminta pemerintah mengevaluasi kembali prioritas penggunaan anggaran.
"Kami menuntut kekuasaan untuk benar-benar memprioritaskan anggarannya untuk penanganan bencana hari ini," tuturnya.





































