jatim.jpnn.com, SURABAYA - Daewoong Pharmaceutical Indonesia bekerja sama dengan Siloam Hospitals Surabaya menggelar edukasi kesehatan bertema ‘Silent but Deadly: Serangan Jantung pada Penderita Diabetes’ guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan berkelanjutan.
Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2023, jumlah estimasi penderita diabetes usia 15 tahun ke atas mencapai 854.454 orang. Sementara itu, di Surabaya terdapat 104.363 pasien diabetes.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Prof Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan serangan jantung pada pasien diabetes tidak selalu ditandai dengan gejala khas seperti nyeri dada.
Kondisi gula darah tinggi dalam waktu lama dapat merusak saraf yang bertugas mengirimkan sinyal nyeri sehingga penyumbatan pembuluh darah koroner bisa terjadi tanpa tanda peringatan yang jelas.
“Pasien diabetes dapat mengalami risiko kardiovaskular tanpa gejala yang nyata. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala dan pengelolaan faktor risiko tidak boleh diabaikan, meskipun pasien merasa sehat,” ujar Prof Yudi, Sabtu (20/6).
Dia menjelaskan diabetes juga dapat mempercepat aterosklerosis, yakni penumpukan kolesterol dan zat lain pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan hingga penyumbatan.
LDL-C atau kolesterol jahat dapat membentuk plak di pembuluh darah koroner sehingga meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Dalam kesempatan itu, Prof Yudi juga mengingatkan pentingnya mengelola kolesterol sejak dini melalui prinsip ‘The Sooner, The Lower, The Better’, yaitu mengendalikan kadar LDL-C lebih cepat, mencapai target yang direkomendasikan dokter, dan mempertahankannya secara konsisten.





































