jpnn.com - Sekjen Laskar Merah Putih (LMP) Abdul Rachman Thaha (ART) merespons beredarnya hoaks Jaksa Agung ST Burhanuddin diganti yang beredar di media sosial.
Hoaks tersebut beredar di tengah Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah gencar-gencarnya melakukan pemberantasan korupsi di berbagai lini.
Terbaru, Kejagung menggeledah dua apartemen dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook senilai Rp 9,982 triliun di Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) tahun 2019-2022.
Abdul Rachman mengatakan penggeledahan apartemen staf khusus (stafsus) eks Mendikbud Nadiem Makarim terkait dugaan korupsi Chromebook jadi bukti bahwa kinerja Jaksa Agung dalam pemberantasan Korupsi bukan isapan jempol.
"Bagaimana dengan KPK sebagai lembaga ad hoc? Kinerja lembaga tersebut tidak sebanding dengan ekspektasi publik. Jadi, sebagai bagian dari efisiensi anggaran, KPK sepatutnya ditutup saja," kata Abdul Rachman Thaha.
Menurut pria yang beken disapa dengan akronim ART itu, hal tersebut bukan berarti mengendurkan semangat antikorupsi. Justru, kemurkaan terhadap para perampok uang negara kian menyala.
"Kenyataannya, Kejaksaan Agung menjadi institusi penegakan hukum yang mampu menjawab kebutuhan untuk memburu koruptor," tuturnya.
Di sisi lain, mantan senator asal Sulawesi Tengah itu menilai keseriusan Kejagung tinggal diimbangi oleh Mahkamah Agung. Yakni, jangan ada lagi hakim yang memberikan hukuman ringan kepada koruptor.