Akademisi Soroti Peran Rantai Pasok dalam Menjaga Kualitas MBG

3 hours ago 16

Akademisi Soroti Peran Rantai Pasok dalam Menjaga Kualitas MBG

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dosen Operation Management PPM School of Management, Dr. Erni Ernawati. Foto: dok PPM Management

jpnn.com, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi tantangan serius dalam aspek rantai pasok pangan.

Hal itu menyebabkan sejumlah insiden keracunan massal yang menimpa pelajar di berbagai daerah.

Dosen Operation Management PPM School of Management, Dr. Erni Ernawati mengatakan penguatan sistem logistik, pengawasan kualitas bahan baku, dan standar pengolahan pangan dinilai menjadi faktor krusial.

Namun, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada ketahanan dan keamanan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

“Keberhasilan MBG dari dapur ke sekolah bukan hanya tentang mengenyangkan jutaan anak Indonesia, tetapi memastikan setiap rantai pasok pangan bekerja secara aman, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Erni dalam keterangannya dikutip, Senin (2/3).

Program MBG yang mulai dilaksanakan secara bertahap sejak Januari 2025 menargetkan sekitar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui.

Namun, pelaksanaannya di lapangan menghadapi sorotan publik setelah muncul laporan keracunan massal yang diduga berkaitan dengan pengelolaan bahan pangan dan distribusi makanan.

Menurut Erni, pengelolaan bahan baku menjadi titik kritis yang menentukan keamanan pangan. Bahan pangan, terutama yang mudah rusak seperti ayam, daging, dan ikan, memerlukan sistem rantai dingin atau cold chain yang memadai untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi tantangan serius dalam aspek rantai pasok pangan. Hal itu menyebabkan sejumlah insiden keracunan massal

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |