jpnn.com - Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto mengumpulkan para komandan satuan dan aparat intelijen TNI wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Pengarahan Asintel Panglima TNI itu dilaksanakan di Ballroom Hotel Marriot Harbour Bay Batam, Kepri, Kamis (16/4/2026).
Langkah itu dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan aktivitas kapal perang asing di perairan Selat Malaka belakangan ini.
Pengarahan Asintel Panglima TNI menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, mulai ancaman hybrid, konflik antarnegara, hingga perkembangan situasi kawasan yang berpotensi berdampak pada stabilitas nasional.
"Aparat intelijen dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan deteksi dini, serta ketajaman analisis guna mengantisipasi setiap potensi ancaman secara cepat dan tepat," kata dia.
Selain itu, penguasaan teknologi dan pemanfaatan media sosial menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk intelijen yang akurat, relevan, dan mampu mendukung pengambilan keputusan pimpinan secara efektif.
"Kesiapan dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan NKRI," ujarnya.
Terkait aktivitas kapal perang AS di wilayah Indonesia, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Malaka yang sempat ramai diberitakan, diduga terkait operasi pemburuan kapal tanker Iran.








































