jpnn.com - MAKASSAR - Sebanyak tiga nelayan dilaporkan hilang kontak setelah diduga mengalami kecelakaan kapal di Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Atas laporan yang diterima, Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar langsung mengerahkan KN SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian terhadap korban.
"Tiga orang korban belum kembali atau lost contact di Pulau Banawayya,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan melalui keterangan videonya diterima, Jumat (9/1).
Dia mengungkap bahwa korban diketahui atas nama Jumadi laki-laki usia 31 tahun, Rudi berusia 26 tahun, dan Mursalin 38 tahun.
Sultan menjelaskan, pada Rabu (7/1) pagi, korban keluar melaut menggunakan kapal Jolloro (kapal kayu kecil) Sansel United JB 2023 untuk mencari ikan. Namun, sekitar pukul 07.00 WITA korban belum kembali.
Sampai saat ini, korban belum pulang lalu dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Basarnas. Kondisi cuaca di perairan di laut setempat memang diketahui sedang buruk, tetapi para korban tetap melaut meskipun ombak tidak bersahabat.
"Setelah kami menerima informasi, dilakukan pemantauan ke SROP Makassar dan SROP Selayar. Setelah itu diberangkatkan personel bersama KN Kama Jaya menuju ke LKK (lokasi kejadian) diperkirakan terdampar," katanya.
Rencananya, KN Kamajaya berlabuh di sekitar Pulau Jampea, Kabupaten Selayar, selama operasi SAR pencarian korban. Selain itu, diinformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian turut melakukan pemantauan.



















.jpeg)


























