jpnn.com, JAKARTA - Situasi politik Venezuela yang memanas pada Januari 2026 menyita perhatian dunia internasional setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat dan dibawa ke pengadilan federal di New York.
Krisis ini tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait kedaulatan negara, intervensi asing serta dampaknya terhadap warga sipil, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Yudha Novanza Utama menegaskan pemerintah Indonesia harus menjadikan keselamatan WNI sebagai prioritas utama di tengah eskalasi konflik geopolitik.
Dia mengapresiasi langkah cepat Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Caracas yang secara aktif memantau kondisi keamanan, memastikan komunikasi dengan seluruh WNI serta menyatakan bahwa hingga saat ini WNI di Venezuela dalam kondisi aman.
“Langkah proaktif pemerintah melalui pemantauan intensif dan komunikasi berkelanjutan dengan WNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1).
Yudha menilai pemerintah perlu terus memperkuat pendataan WNI secara real-time, meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan skenario kontingensi termasuk evakuasi apabila situasi keamanan memburuk.
Menurutnya, pengalaman krisis di berbagai kawasan dunia menunjukkan bahwa kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci utama dalam mitigasi risiko keselamatan WNI.
“Perlindungan WNI tidak boleh bersifat reaktif. Negara harus selalu satu langkah lebih siap,” tegasnya.













































