Retret Dianggap Agenda Politik yang Menghambat Kinerja Pejabat

1 week ago 47

Retret Dianggap Agenda Politik yang Menghambat Kinerja Pejabat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Prabowo memimpin retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, pada Selasa (6/1). Foto: tangkapan layar akun Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai retret Kabinet Merah Putih di kediaman Presiden RI Prabowo Subianto, Bogor, pada Selasa (6/1) hanya kegiatan politis dan formal.

Dia menganggap pelaksanaan retret sebenarnya tak berpengaruh banyak terhadap kinerja pemerintah.

"Retret hanya akan jadi agenda politis dan formal, justru agenda semacam ini menghambat kinerja serta membuat pejabat elite terkooptasi dengan politik Presiden," kata Dedi melalui layanan pesan, Selasa ini.

Toh, Dedi merasa kegiatan retret tak rasional diselenggarakan ketika pemerintahan era Prabowo sudah berjalan hampir setengah periode.

"Presiden seharusnya lebih progresif dan subtansial pada kerja dan kebijakan yang terang," kata pengamat politik itu.

Dedi kemudian menyinggung sosok Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang tak ikut retret perdana kabinet era Prabowo, tetapi punya kinerja maksimal.

"Purbaya misalnya justru tunjukkan kerja yang baik, setidaknya satu masalah bisa dia tangani dengan benar, padahal dia tidak mengikuti retret," kata dia.

Presiden RI menggelar retret atau pembekalan untuk para menteri di kediamannya, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa ini.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai retret Kabinet Merah Putih pada Selasa (6/1) ini tak produktif terhadap kinerja pemerintahan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |