kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memetakan potensi lahan tanam jagung seluas 3.000 hektare di tahun 2026 ini sebagai lanjutan dari program penanaman jagung satu juta hektare serentak nasional yang dicanangkan tahun lalu oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
"Potensi lahan di Kalsel masih cukup luas untuk tanam jagung, kami optimistis capaian tahun ini bisa melebihi tahun lalu," kata Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Senin.
Kapolda pun memastikan program tanam jagung terus berlanjut tahun ini setelah tahun lalu sukses menghasilkan panen jagung 2.828,27 ton pada masa tanam tiga kuartal.
Sedangkan pada kuartal IV yang kini masih menunggu panen diprediksi tembus 3.000 ton dari lahan tanam 1.051,14 hektare.
Yudha memerintahkan Satgas Pangan Polda Kalsel untuk bisa mengawal perluasan lahan tanam jagung ini agar tercapai sesuai target yang diharapkan.
Begitu juga 13 Polres jajaran agar memetakan kembali potensi lahan yang bisa ditanam termasuk menjalin kerja sama kemitraan dalam menyukseskan swasembada jagung nasional sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Yudha pun berterima kasih kepada Gubernur Kalsel Muhidin yang telah membantu empat unit mesin petik sekaligus perontok jagung "Corn Combine Harvester" untuk mempermudah proses panen lebih cepat.
Kemudian Perum Bulog Kanwil Kalimantan Selatan yang berkomitmen membeli hasil panen jagung petani dengan harga terbaik agar petani tidak khawatir soal penyerapannya. (antara/jpnn)










































