jpnn.com - MATARAM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
BMKG memperingatkan potensi ancaman gelombang laut yang sangat tinggi yang dapat mencapai enam meter. Zona merah gelombang tinggi kisaran 4 hingga 6 meter tersebut berada di Samudera Hindia sebelah selatan NTB.
"Peringatan ini berlaku pada 24 Februari 2026 pukul 08.00 WITA hingga 25 Februari 2026 pukul 08.00 WITA,”
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Andre Jersey di Mataram, Selasa (23/2).
Selain perairan selatan NTB, gelombang 2,5 hingga 4 meter juga berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, serta Selat Sape bagian selatan.
Gelombang dengan kategori sedang hingga tinggi yang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok dan Selat Alas bagian utara.
Andre mengimbau nelayan dan operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran seiring dengan kemunculan gelombang tinggi tersebut.
Perahu nelayan berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal-kapal ferry dan kapal kargo atau kapal pesiar berisiko tinggi bila gelombang laut di atas 4 meter dan kecepatan angin melebihi 27 knot.












































