jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi salah satu materi utama yang dibahas dalam retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor.
Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (6/1) siang memanggil seluruh anggota Kabinet Merah Putih untuk mengikuti retret selama satu hari penuh di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor.
Retret tersebut diikuti oleh menteri koordinator, menteri, wakil menteri, penasihat khusus Presiden, staf khusus Presiden, utusan khusus Presiden, serta para kepala badan dan pimpinan lembaga.
“Ya tentu masalah pemulihan, percepatan rekonstruksi maupun rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana yang lalu turut dibahas dalam retret,” ujar Prasetyo Hadi saat menjawab pertanyaan wartawan sebelum kegiatan dimulai.
Prasetyo, yang akrab disapa Pras, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo dalam sejumlah pertemuan tertutup sebelumnya telah memberikan penekanan khusus terkait penanganan dampak bencana, terutama di wilayah rawan bencana.
Penekanan tersebut diberikan seiring dengan meningkatnya curah hujan di sejumlah daerah.
“Bapak Presiden dalam beberapa pertemuan tertutup juga memberikan penekanan kepada Menko PMK, kepada Menteri Dalam Negeri, serta kepada BNPB berkenaan dengan penanganan bencana di Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara, kemudian di Kalimantan Selatan, di Balangan, dan di beberapa tempat lainnya,” kata Pras.
Ia menegaskan bahwa langkah-langkah antisipatif perlu terus diperkuat mengingat Indonesia saat ini memasuki musim dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.










































