jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui pengembangan Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri.
Saat ini, Jawa Timur tercatat memiliki sekitar 147 SLB negeri dan sekitar 1.500 SLB swasta yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, hingga kini masih terdapat lima wilayah di Jawa Timur yang belum memiliki SLB negeri. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Jatim untuk menginisiasi pengalihan status SLB swasta menjadi SLB negeri melalui kerja sama dengan yayasan pengelola.
“Kenapa kita dorong menjadi SLB negeri? Supaya beban yang selama ini ditanggung yayasan bisa dialihkan ke pemerintah. Dengan begitu, pendidikan bagi siswa menjadi gratis, fasilitas bertambah, dan kualitas layanan meningkat,” ujar Aries, Senin (5/1).
Menurutnya, saat ini terdapat lima SLB yang sedang dalam proses penegerian. Dari jumlah tersebut, satu SLB telah tuntas sepenuhnya, yakni SLB Karya Mulia Surabaya.
“Administrasinya bertahap, yang sudah benar-benar tuntas dan resmi menjadi negeri adalah SLB Karya Mulia, yang lain masih berproses,” jelasnya.
Aries menyebut SLB masih membutuhkan perhatian serius karena pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan keterampilan hidup.
Di sejumlah SLB, kata dia, siswa telah dibekali berbagai jurusan keterampilan, seperti tata boga, kecantikan, tata busana, hingga keterampilan vokasional lainnya yang disesuaikan dengan potensi masing-masing peserta didik.










































