bali.jpnn.com, MAKASSAR - Gelandang bertahan PSM Makassar Muhammad Arfan angkat bicara setelah Pasukan Ramang dibekuk Bali United di kandangnya sendiri, Stadion BJ Habibie, Pare-Pare, Jumat (9/1) malam lalu.
Arfan secara terbuka mewakili pemain PSM Makassar meminta maaf kepada suporter tidak bisa memberikan kemenangan pada laga pekan ke-17 Super League 2025-2026.
Pesepak bola 27 tahun kelahiran Makassar ini justru mengucapkan terima kasih kepada suporter yang rela memberikan dukungan meski skuad Juku Eja dalam posisi terpuruk, seperti sekarang.
“Saya mewakili rekan-rekan pemain, saya ingin berterima kasih kepada seluruh suporter yang hadir pada pertandingan ini, juga kepada teman-teman yang nobar di luar sana,” ujar Muhammad Arfan.
PSM Makassar secara mengejutkan kalah di kandang sendiri dari Bali United dengan skor 0 – 2.
Bali United unggul cepat melalui gol yang dicetak gelandang serang Mirza Mustafic menit ke-1 dan gol telat penyerang sayap Thijmen Goppel menit ke-90 + 4.
PSM Makassar yang berambisi memutus rekor tiga kekalahan beruntun, justru terkapar di kandang sendiri dan kehilangan dua pemainnya karena menerima kartu merah.
Kartu merah diberikan wasit untuk dua pemain PSM Makassar, yakni Syahrul Lasinari menit ke-24 dan Ananda Raehan menit ke-90 + 8.











































