jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menilai organisasi kader harus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu agenda yang didorong adalah memperkuat tradisi intelektual, kaderisasi berbasis kompetensi, hingga penguasaan teknologi.
Bendahara Umum PB SEMMI Achmad Donny mengatakan Indonesia saat ini berada pada fase penting menjelang satu abad kemerdekaan.
Menurut dia, bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam tidak akan cukup membawa Indonesia menjadi negara maju tanpa kualitas kepemimpinan, tradisi intelektual, dan kemandirian dalam menentukan arah pembangunan.
"Pertanyaan yang perlu dijawab bukan lagi apakah Indonesia akan maju, tetapi apakah Indonesia mampu maju dengan kekuatannya sendiri. Di sinilah konsep berdikari menjadi sangat relevan," kata Donny dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7).
Dia menjelaskan berdikari pada era modern tidak lagi dimaknai sebagai slogan politik, melainkan paradigma pembangunan yang menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, penguatan industri nasional, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Menurut Donny, nilai tersebut sejalan dengan semangat perjuangan Sarekat Islam yang sejak awal mengedepankan kemandirian ekonomi, kepemimpinan, dan perjuangan untuk kepentingan rakyat.
Di sisi lain, Donny menilai Indonesia saat ini menghadapi krisis gagasan. Dia mengatakan ruang publik lebih banyak diwarnai perdebatan jangka pendek dibandingkan pembahasan mengenai arah pembangunan nasional.









































