jpnn.com - JAKARTA - Papua Connection menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan bersenjata yang dilakukan kelompok separatis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Inisiator Papua Connection Chales Kossay menyampaikan langsung seruan itu saat Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Papua Connection di Jakarta, Rabu (25/2).
Charles mengatakan bahwa perlindungan terhadap guru dan tenaga kesehatan merupakan isu kemanusiaan yang tidak dapat ditawar.
Menurut dia, mereka merupakan garda terdepan pelayanan publik di Papua, yang keselamatan dan martabatnya harus dijaga, bukan justru menjadi korban kekerasan bersenjata.
“Setiap bentuk kekerasan terhadap guru, tenaga kesehatan, dan warga sipil adalah teror kemanusiaan. Tindakan KKB ini tidak hanya melanggar nilai kemanusiaan, tetapi juga merusak harapan masa depan Papua,” kata Charles.
Menurut Charles, persoalan Papua tidak dapat dilihat secara parsial. Dia menambahkan bahwa isu pembangunan, hak asasi manusia, dan keamanan merupakan satu kesatuan yang saling terkait.
"Karena itu, Papua Connection menolak keras kekerasan bersenjata sekaligus menolak provokasi, disinformasi, dan politisasi identitas, termasuk yang memanfaatkan sentimen keagamaan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat Papua,” paparnya.
Charles juga menekankan dukungan Papua Connection terhadap pembangunan Papua yang berkeadilan, inklusif, dan berperspektif hak asasi manusia.












































