jpnn.com, LAMPUNG - Pabrik AQUA Tanggamus berkomitmen untuk memprioritaskan masyarakat sekitar sebagai bagian dari tenaga kerjanya.
Alih-alih merekrut dari luar daerah, perusahaan memilih untuk membekali warga sekitar, yang sebelumnya banyak menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan pekerjaan informal, dengan pelatihan dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berkarya di lingkungan industri.
Pendekatan ini membuka akses yang lebih setara terhadap keterampilan, pendidikan, serta kesempatan untuk berkembang bagi masyarakat sekitar pabrik.
“Bagi kami, membangun pabrik berarti juga membangun masyarakat di sekitarnya. Karena itu, sejak awal kami berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal, dan hari ini mayoritas karyawan kami adalah putra-putri daerah yang tumbuh bersama Pabrik AQUA Tanggamus,” ujar Teguh Santoso, Kepala Pabrik AQUA Tanggamus.
Kesempatan tersebut diberikan tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun usia.
Masyarakat yang telah berusia lebih matang tetap didampingi melalui berbagai pelatihan keterampilan teknis, seperti pengelasan dan kompetensi operasional lainnya, termasuk mereka yang sebelumnya belum pernah bekerja di sektor manufaktur.
Angkatan pertama pekerja ini menjadi bukti nyata bagaimana akses terhadap pelatihan dapat membuka kesempatan baru, salah satunya bagi Yopanda (38).
Sebelum mengenal dunia industri, keseharian Yopanda banyak dihabiskan dengan bertani dan bekerja serabutan — hidup yang penghasilannya sangat bergantung pada cuaca dan musim panen, jauh dari kata pasti.









































