jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan pernyataan mengenai kompetensi guru ASN yang terdiri dari guru PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Lestari Moerdijat mengatakan peningkatan kompetensi guru harus dipastikan berjalan seiring dengan pemerataan distribusi agar pendidikan berkualitas dapat dinikmati di seluruh wilayah Indonesia.
"Guru adalah panglima literasi dan inovasi di lapangan. Tidak cukup hanya meningkatkan kompetensinya, kita juga harus memastikan distribusi yang merata agar setiap anak Indonesia memiliki akses yang setara terhadap pembelajaran berkualitas," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).
Menurutnya, penguatan kompetensi dan distribusi guru merupakan dua hal yang harus dijalankan secara bersamaan.
Implementasi pembelajaran, khususnya dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), akan sulit merata apabila persoalan distribusi guru belum diselesaikan.
"Guru yang kompeten, tetapi tersebar tidak merata, tidak akan mampu mengangkat mutu pendidikan secara nasional. Sebaliknya, pemerataan guru tanpa peningkatan kompetensi tidak akan menghasilkan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas," ucap Mbak Rerie, panggilan akrabnya.
Mbak Rerie mengutip data Rencana Strategis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025-2029 yang menunjukkan kebutuhan guru secara nasional mencapai 3.249.356 orang, sedangkan jumlah guru yang tersedia saat ini sebanyak 2.526.572 orang.
Artinya, Indonesia masih kekurangan 722.784 guru. Di sisi lain, Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mendapati bahwa distribusi guru masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.





.jpeg)



































