jpnn.com - JAKARTA - Nadiem Makarim menyisipkan kenangan semasa kecil, saat membacakan nota keberatan dalam sidang kasus dugaan korupsi Chromebook, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Nadiem yang memikul status terdakwa itu mengungkapkan dirinya dilahirkan dalam keluarga pejuang antikorupsi.
"Dari kecil, saya disuruh orang tua duduk di meja makan mendengar aktivis-aktivis antikorupsi berdebat mengenai arah negara," kata Nadiem.
Dari orang tuanya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024 tersebut mengaku belajar berbagai nilai kebangsaan yang berdasarkan integritas.
Nadiem pun merasa sangat beruntung lantaran keluarganya mampu menguliahkan dirinya ke luar negeri. Setiap kali lulus kuliah, baik Strata-1 (S1) maupun S2, Nadiem selalu kembali ke Tanah Air.
"Walaupun banyak kenyamanan yang bisa saya dapatkan saat berkarier di luar negeri, Indonesia selalu menarik saya kembali. Memang Indonesia punya banyak masalah, tetapi di dalam permasalahan itulah saya merasa bisa berkontribusi," tuturnya.
Nadiem menyampaikan orang tuanya selalu mengingatkan bahwa kesuksesan tidak ada artinya tanpa pengabdian.
Menurutnya, kata-kata tersebut yang menjadi dasar pertimbangannya saat ditawarkan amanah untuk menjadi Mendikbudristek.













































