Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Harga BBM Dipastikan Naik

3 hours ago 17

Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Harga BBM Dipastikan Naik

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bahlil menyampaikan harga minyak sudah naik menjadi USD 78-80 per barel, melebihi asumsi makro APBN 2026, yakni USD 70 dolar per barel. Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik, meskipun harga minyak dunia meroket sesuai perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

"Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah," ujar Bahlil dikutip Rabu (4/2).

Bahlil menyebut untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, memang akan mengalami penyesuaian harga.

“Karena mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia,” kata dia.

Bahlil menyampaikan harga minyak sudah naik menjadi USD 78-80 per barel, melebihi asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni USD 70 dolar per barel.

Sebagai negara yang mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, maka kenaikan harga minyak dunia akan membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi yang ditanggung oleh negara.

Namun, di sisi lain, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia tersebut dari produksinya.

Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak naik, meskipun harga minyak dunia meroket sesuai perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |