jpnn.com, JAKARTA - Rumah Kue Peranakan Tuan Wen 1980 resmi hadir di kawasan Glodok Petak Enam, Jakarta, dengan menghadirkan aneka kue peranakan Tionghoa yang memadukan cita rasa tradisional dan sentuhan modern.
Gerai ini mengusung konsep pelestarian warisan kuliner keluarga yang telah diwariskan lintas generasi.
Sebagai toko kue peranakan Tionghoa pertama di Jakarta, Rumah Kue Peranakan Tuan Wen 1980 menawarkan berbagai sajian yang terinspirasi dari resep keluarga Tuan Wen.
Kehadirannya ditujukan untuk menghidupkan kembali tradisi kue peranakan Tionghoa di tengah perkembangan kuliner perkotaan.
Identitas Rumah Kue Peranakan Tuan Wen 1980 berakar dari sosok Tuan Wen, dengan Andrye Setiawan, yang berasal dari marga Wen, menjadi figur di balik pengembangan merek sekaligus pelestarian resep warisan keluarga tersebut.
Andrye mengatakan tradisi membuat kue bersama keluarga menjadi inspirasi utama dalam menghadirkan Rumah Kue Peranakan Tuan Wen 1980.
Menurutnya, setiap produk yang disajikan tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa nilai kebersamaan dalam keluarga.
"Bagi kami, kue bukan sekadar hidangan manis, melainkan simbol kehangatan. Melalui Rumah Kue Peranakan Tuan Wen 1980, kami ingin membagikan nilai-nilai kebersamaan, cinta, dan kehangatan keluarga yang diabadikan dalam setiap gigitan kue peranakan kami," ujar Andrye Setiawan.











































