jpnn.com - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.
Langkah konsolidasi tersebut dinilai penting untuk membangun struktur BUMN yang lebih ramping, sehat, produktif, kolaboratif, serta mampu bersaing di tingkat global.
Ketua Harian FSP BUMN Bersatu Djusman H Umar menilai program streamlining merupakan bagian penting dari pembenahan tata kelola dan struktur korporasi negara. Menurutnya, penyederhanaan jumlah entitas BUMN beserta anak dan cucunya harus diarahkan untuk menghilangkan tumpang tindih usaha sekaligus memperkuat fokus bisnis masing-masing perusahaan dalam ekosistem industrinya.
"FSP BUMN Bersatu sangat mendukung program streamlining yang dicanangkan oleh BPI Danantara. BUMN yang ada harus didorong menjadi lebih produktif dan kolaboratif dalam masing-masing ekosistem industri yang dijalani," ujar Ale -sapaan akrab Djusman di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Program streamlining tersebut menyasar pengurangan jumlah entitas BUMN yang selama ini dinilai terlalu gemuk. Dari sekitar 1.077 entitas, jumlah perusahaan ditargetkan dapat dipangkas menjadi sekitar 250 hingga 350 entitas operasional.
Proses penataan dilakukan melalui sejumlah skema, antara lain merger, likuidasi, divestasi, konsolidasi vertikal, maupun penggabungan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha tumpang tindih.
Sejauh ini, sekitar 274 hingga 290 entitas disebut telah masuk dalam proses penataan atau penutupan. Dengan demikian, program tersebut ditargetkan dapat memangkas hingga sekitar 652 perusahaan.
Selain menyederhanakan struktur organisasi, streamlining juga diharapkan menghasilkan efisiensi fiskal. Pemerintah memperkirakan langkah tersebut berpotensi memberikan penghematan anggaran negara hingga sekitar Rp 50 triliun setiap tahun.









































