jpnn.com, PEKANBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau.
Kondisi paling terasa di Kota Pekanbaru yang pada Kamis (27/8/2026) petang terlihat diselimuti asap cukup pekat.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Warjono mengatakan kabut asap yang menyelimuti Riau saat ini lebih banyak berasal dari karhutla di luar wilayah Riau.
“Asap di Riau terdeteksi banyak kiriman dari kebakaran di Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung,” kata Warjono Jumat (28/8).
Menurutnya, karhutla yang terjadi di wilayah Riau memang turut menghasilkan asap. Namun, kontribusinya relatif lebih kecil dibandingkan asap yang terbawa dari provinsi lain.
Berdasarkan pantauan citra satelit, pergerakan asap dari wilayah Lampung bergerak ke arah selatan dan memanjang hingga melewati wilayah Riau.
“Karhutla di Riau sendiri memang ada berdampak asap, tetapi hanya sedikit. Pantauan citra satelit, asap dari ujung Lampung bergerak ke selatan, memanjang dan melewati Riau. Kita lihat hari ini hotspot sangat jauh berkurang,” jelas Warjono.
Asap kiriman tersebut kemudian bergerak melewati wilayah Kabupaten Pelalawan sebelum mencapai Kota Pekanbaru. Kondisi ini membuat Pekanbaru menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak.









































