Dari Batang Gadis, Cita Rasa Tabagsel Mengalir ke Meja Makan Ibu Kota

3 hours ago 16

Dari Batang Gadis, Cita Rasa Tabagsel Mengalir ke Meja Makan Ibu Kota

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ki-Ka: M. Nuh Nasution, Erman Tale Daulay, dan Akhir Matua Harahap. Foto dok. RM Batang Gadis

jpnn.com - BATANG Gadis bukan sekadar bentang alam bagi masyarakat Mandailing Natal dan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Sungai itu menyimpan jejak kehidupan masyarakat, mulai dari masa kecil, aktivitas perdagangan, hubungan sosial, hingga tradisi kuliner yang diwariskan lintas generasi.

Kenangan terhadap Batang Gadis kini ikut mengalir hingga Jakarta melalui Rumah Makan Batang Gadis di Cibubur, Jakarta Timur.

Beragam hidangan khas Tabagsel disajikan untuk membawa para perantau kembali pada cita rasa kampung halaman.

Kisah tersebut mengemuka dalam program “Bincang Tipis-Tipis” yang dipandu Erman Tale Daulay dengan tema “Dari Sungai Batang Gadis Mengalir ke Meja Makan di Ibu Kota”. 

Hadir sebagai narasumber pemilik Rumah Makan Batang Gadis, Muhammad Nuh Nasution, serta dosen Universitas Indonesia sekaligus pencinta dan peneliti budaya Tabagsel, Akhir Marua Harahap.

"Pemilihan nama Batang Gadis bukan semata pertimbangan bisnis, melainkan lahir dari kenangannya terhadap sungai yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Mandailing," ujar Muhammad Nuh pada Rabu (19/8).

Nuh mengenang sungai tersebut sebagai tempat anak-anak berkumpul, memancing, menjala ikan, berenang, hingga melintas menuju sawah. 

“Dengan melihat nama Batang Gadis, maka teringatlah Tabagsel, teringatlah Mandailing,” katanya.

Pemilihan nama Batang Gadis bukan semata pertimbangan bisnis, melainkan lahir dari kenangan penting...

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |