jpnn.com, JAKARTA - Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia menyiapkan aksi 20 ribu massa untuk putihkan Jakarta.
Reaksi keras Aliansi itu sebagai protes atas kebijakan pemerintah yang hanya berpihak kepada guru.
Menurut Sekretaris Jenderal Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia Rini Antika, Istana Presiden menjadi tujuan utama aksi. Ini untuk mendapatkan kepastian atas nasib PPPK paruh waktu tanpa pandang bulu.
"Penyelesaian masalah PPPK dan PPPK Paruh Waktu tidak boleh menarik rambut di dalam tepung. Pemerintah pusat wajib bertindak dengan seadil-adilnya, memutuskan perkara atau menyelesaikan masalah dengan sangat teliti dan bijaksana agar tidak merugikan pihak mana pun atau tidak berat sebelah," tegas Rini kepada JPNN, Rabu (19/8/2026).
Rini mengatakan, tiga pilar pelayan publik, yaitu tenaga kesehatan (nakes), teknis, dan guru wajib diselesaikan serentak.
Semua PPPK Paruh Waktu dari semua profesi wajib dialihkan ke PPPK tahun ini, tidak hanya guru.
"Kami akan turun ke jalan dengan 20 ribu massa. PPPK Paruh Waktu semua daerah se-Indonesia sudah merapatkan barisan," cetusnya.
Adapun tuntutan Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia (PWI) sebagai berikut:








































