kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan kegiatan penyelamatan terhadap warga mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025 yakni naik 89,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kalsel Maulana Fatahillah mengatakan berdasarkan rekapitulasi data 13 kabupaten/kota, kejadian penyelamatan meningkat dari 3.185 kasus pada tahun 2024 menjadi 6.043 kasus pada tahun 2025.
“Peningkatan paling signifikan terjadi pada kegiatan penyelamatan. Ini menunjukkan peran Damkar tidak hanya fokus pada pemadaman kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan di masyarakat,” ujar dia.
Dia menjelaskan peningkatan angka penyelamatan tidak selalu mencerminkan kondisi yang memburuk, tapi juga menunjukkan semakin tingginya respons serta kepercayaan masyarakat dalam melaporkan berbagai situasi darurat.
Selain penyelamatan, kata dia, jumlah penanganan kebakaran di 13 kabupaten/kota juga mengalami kenaikan meski relatif tipis. Pada 2024 tercatat 693 kejadian, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 704 kejadian.
“Untuk kejadian kebakaran di 13 kabupaten/kota terjadi kenaikan tipis dari 693 kejadian pada 2024 menjadi 704 kejadian pada 2025,” tutur Maulana.
Secara rinci, daerah dengan jumlah penanganan kebakaran tertinggi pada 2025 antara lain Kota Banjarmasin sebanyak 128 kejadian, Kabupaten Tanah Laut 93 kejadian, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan 66 kejadian.
Adapun pada sektor penyelamatan, kata Maulana, Kabupaten Banjar mencatat angka tertinggi dengan 1.347 kejadian, disusul Kota Banjarmasin sebanyak 1.299 kejadian dan Kabupaten Tanah Laut 558 kejadian.









































