jpnn.com, BENGKULU - Bengkulu – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mengingatkan industri bank pembangunan daerah (BPD) harus diperkuat untuk menjaga likuiditas di tengah perubahan kebijakan pengelolaan dan penyaluran dana pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo dalam seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI) di Bengkulu, Jumat (21/8/2026).
Agus mengungkapkan BPD memiliki karakteristik yang berbeda dengan bank pada umumnya.
Sebab, struktur pendanaannya erat berkaitan dengan siklus fiskal daerah.
"Mulai dari transfer pemerintah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), hingga transaksi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," ungkap Agus dalam siaran persnya, Jumat.
Dia mengatakan secara nasional kondisi industri perbankan masih kuat dan likuiditas secara agregat tetap memadai.
Namun, kondisi tersebut belum tentu mencerminkan distribusi likuiditas yang merata, termasuk bagi BPD.
Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD mencapai sekitar Rp 1.043 triliun.









































