Antisipasi Kegaduhan, PBNU Imbau Peserta Muktamar ke-35 NU Saring Informasi

3 hours ago 11

Antisipasi Kegaduhan, PBNU Imbau Peserta Muktamar ke-35 NU Saring Informasi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf di Jombang, Jawa Timur. ANTARA/ Asmaul

jpnn.com, JOMBANG - Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menaruh perhatian serius terhadap stabilitas informasi menjelang pelaksanaan agenda besar organisasi.

PBNU meminta seluruh kader dan utusan daerah yang menjadi peserta Muktamar ke-35 NU untuk bersama-sama menjaga iklim politik organisasi tetap sejuk.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf dalam keterangannya di Jombang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan banyak informasi dan potongan pemberitaan di media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di lingkungan NU.

"Saya berharap kita bisa sama-sama menjaga ketenangan, kesejukan. Di medsos itu banyak sekali komentar-komentar, potongan-potongan berita yang jauh dari kenyataan," katanya.

Ia meyakini para peserta Muktamar ke-35 NU tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk kabar palsu dan informasi yang dinilai dapat merugikan organisasi.

Menurut dia, persiapan Muktamar ke-35 NU, baik dari sisi teknis maupun konsep, telah tuntas sehingga seluruh pihak diharapkan dapat berkonsentrasi pada pelaksanaan muktamar.

"Persiapan-persiapan di tingkat teknis maupun konsep sudah tuntas sepenuhnya. Untuk itu saya ingin menyampaikan, banyak sekali di medsos menjelang muktamar ini berita-berita yang tidak benar, berita-berita yang merusak jam'iyah Nahdlatul Ulama," ujar Saifullah yang juga Menteri Sosial.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi NU untuk menghormati ulama, kiai, dan guru.

Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menaruh perhatian serius terhadap stabilitas informasi menjelang pelaksanaan agenda besar organisasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |